Selasa, 01 maret 2011.
Habis ujian praktek seni rupa Belda, Tice, Sheilla & Poppy kerumah gue. Niat nya emang mau nonton dvd, tapi berhubung gue ngga terlalu suka nonton dvd jadilah dirumah gue ngga ada satupun dvd yang bisa di tonton bareng-bareng. Akhirnya Tice & Sheilla minjem dvd dulu baru kerumah gue.
Dvd yang mereka pinjem judulnya cin(t)a.

Dari judulnya, tadinya gue pikir film nya bakalan menye-menye, ada adegan tangis-tangisan di tengah hujan atau ada adegan bunuh diri atau ada gombalan-gombalan ala Indonesia. Ternyata gue salah, salah total. Filmnya bener-bener jauh dari bayangan gue.Garis besarnya the story is about two people in love which has different religion. Menurut gue ini salah satu film Indonesia yang paling bagus. Kata tice, film ini udah dari tahun 2008/2009 gitu tapi ngga boleh tayang di Indonesia soalnya ngga lulus sensor.
cin(t)a : Cina, Tuhan, Annisa

Yang cewe itu namanya Annisa & yang cowo namanya Cina.
Oh iya, si Annisa ini calon Arsitek loh di ITB dan dia punya penggaris yang sama kayak gue #nggapenting -__- Pas nonton Film ini gue ngga sabaran, nanya-nanya terus 'akhirnya mereka barengan ngga?' 'akhirnya mereka nikah ngga?' Tice sama sheilla ngga jawab, katanya gue suruh nonton dulu yang serius sampe selesai.
Gue nontonin film nya dengan serius, di film ini banyak quotes bagus yang tiap ngedengernya gue jadi diem.
"Why do You create us differently if You only want to be worshiped in one way?"
Pas dialog ini, Tice Belda Poppy Sheilla langsung nengok ke gue. Gue nya malah nyengir-nyengir.
Di cerita ini Cina & Annisa, memiliki keyakinan yang berbeda. Untung aja pas film ini keluar belum ada lagunya marcell - peri cintaku. Kalau udah ada mungkin aja ini lagu yang jadi soundtrack filmnya.

Gambar yang diatas itu, ending dari ceritanya. Cina & Annisa di wawancarai. Selama film ini ada sisipan-sisipan orang-orang yang ngejalanin hidup bersama-sama walaupun dengan kepercayaan yang berbeda. Ada yang sampe tua tetep bareng-bareng ada juga yang engga.
"Cina and Annisa love God
and God loves them both
But Cina and Annisa cannot love each other
because they call God by different names"
"Cina mencintai keduanya, Tuhan dan Annisa.
Annisa mencintai keduanya, Tuhan dan Cina.
Tuhan mencintai keduanya, Cina dan Annisa.
Namun Annisa dan Cina tak bisa bersatu…
Karena mereka menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda."
Ketebak kan akhirnya gimana?
“Kita tinggal menunggu Tuhan menentukan akhir cerita yang happy ending seperti film Hollywood,” kata Annisa
Kalimat itu, kalimat favorit gue di film ini. I believe in a god's plan, gue percaya walaupun mungkin proses nya kurang menyenangkan tapi pasti nanti semua nya berakhir dengan happy ending :)